Dahlan Iskan Silaturahmi ke garut


 


Masih pagi buta, Garut masih berkalang kabut. Mataharipun masih enggan menampakkan sinarnya, padahal sudah menunjukkan jam 06.00 WIB. Gerimis dan hujan yang terus mengguyur disebagian wilayah pada Jumat (20/12/13) tak menghalangi Menteri BUMN Dahlan Iskan menebarkan senyum sehatnya bersama siswa-siswi Madrasah Aliyah Baiturrahman Leles Garut.


Senam bersama Dahlan Iskan dihalaman madrasah dan diikuti ratusan siswa-siswi beserta ustadz dan ustadzahnya menghangatkan suasana pagi yang dingin dibawah kaki gunung guntur itu. Keringat yang membasahi tubuhnya, setelah digoyang chiken dance, senam caesar dan bahkan senam kebohongan ala dahlanis dance.

Keceriaan dan senyum Dahlan Iskan bersama siswa-siswi itu disambut hangat warga yang pagi itu menyapa, melambaikan tangan dan poto bersama ketika selanjutnya Dahlan Iskan meninggalkan halaman madrasah yang sederhana dan bersahaja.

"Tidak menyangka dan bahagia sekali, sekolah saya didatangi pak mentri Dahlan Iskan. Apalagi kesininya bukan untuk pidato, tapi senam dan ceria bersama siswa-siswi. Terimakasih pak Dahlan, sahabat, pemimpin dan semoga menjadi presiden kami selanjutnya", ucap Etik Rohaeti, siswi kelas XI , sesaat setelah menerima hadiah 500 ribu sehabis terpilih sebagai pemenang senam caesar.

Setelah senam, selanjutnya Dahlan Iskan mandi dilanjutkan sarapan prasmanan ala karyawan UP Tekhnik PLN Leles yang hanya 5 menit perjalanan dari acara senam.

Sarapan sederhana dengan nasi liwet khas sunda pagi itu serasa istimewa bagi Oman Surahman, pegawai outsorcing PLN yang piket pagi itu. Menu dan penyajiannya yang dihidangkan kepada Dahlan Iskan sama saja dengan yang disantap karyawan dan tamu undangan lain. Beralaskan piring pincuk, Dahlan Iskan tampak menikmati sarapan meski hanya duduk di meja kerja bagian pengaduan gangguan.

Setelah sarapan dan menyalami seluruh karyawan PLN Leles, selanjutnya Menteri BUMN itu melakukan penanaman sejuta bibit pohon di Situ Cangkuang yang diprakarsai PT. BUMN Hijau Lestari bekerjasama dengan 17 perusahaan BUMN lainnya.

Disambut dan diiringi calung dan bobodoran -kesenian tradisional khas pedalaman priangan - acara penanaman bibit pohon, buah-buahan dan sayur-sayuran (forestry) yang dilakukan Dahlan Iskan bersama 17 direksi BUMN dan unsur Muspida Kabupaten Garut dan Propinsi Jawa Barat sebagai pencanangan nasional Garut sebagai Kabupaten Konservasi dan Jawa Barat sebagai Provinsi Hijau.

Namun begitu, acara yang dikemas seperti klompencapir dizaman Presiden Soeharto itu, Dahlan Iskan dalam sambutan dan dialognya memanggil RT dan RW kampung leweung awi (hutan bambu) untuk mendapatkan penjelasan dan manfaat konservasi bagi warga.

"Hutan, sawah dan kebun adalah kehidupan kami. Selama ini kami menanam dan bercocok tanam seperti biasa turun-temurun dan kami hidup alakadarnya. Tak ada kemajuan, cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja", ungkap Ujang Ihin, ketua RT setempat yang merangkap sebagai tukang parkir dadakan, karena lemburnya dibanjiri ratusan kendaraan seperti dipasar domba.

"Semoga perhatian dan upaya pak Dahlan Iskan dapat kami rasakan dan manfaatkan untuk kesejahteraan kami dan seluruh warga. Kami disini belum pernah didatangi pejabat, apalagi pejabat tinggi seperti menteri. Kami berterimakasih sekali pak Dahlan Iskan mau mengunjungi dan memberi perhatian terhadap warga hutan dan rakyat kecil semacam kami", tambah Bu RT yang anak balitanya sempat digendong menteri Dahlan, sesaat setelah mendapatkan "kadedeuh" ala kadarnya, karena mampu menjawab pertanyaan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Serasa kurang lengkap, kalau ke Garut tidak mencicipi dodol. Ya, kudapan legendaris ini menjadikan ikon dan maskot garut sebagai tujuan wisata dan kuliner tradisional.

Selanjutnya, kunjungan menteri yang juga Capres dari Partai Demokrat itu adalah pabrik dodol picnic yang terkenal itu. Disambut direksi, karyawan dan buruh pabrik Dahlan Iskan mencicipi dodol aneka rasa, dilanjutkan berbagi motivasi dan poto bersama hingga menjelang jumatan.

Dalam perjalanan menuju Masjid Agung Garut, Dahlan Iskan disambut dan disalami ribuan jamaah jumat yang memadati masjid kebanggaan warga Garut itu, hingga tumpah ruah kepelataran dan halaman masjid. Sampai-sampai imam masjid nya "grogi", ketika membacakan surat "sabbihis marobbikal a'la....", hingga diulangi dua kali.

Entahlah, apa ada hubungannya dengan keriuhan masjid dengan kedatangan makmum yang oleh jamaah masjid didoakan dan diharapkan sebagai imam dan khalifah indonesia selanjutnya.

(Bersambung)

Comments